Selasa, 26 Februari 2019

Tak apa


Begini, dalam hidup terkadang semesta begitu lucu menyapa kita dengan kejutan tak terduga. Entah dalam bentuk kebahagiaan atau juga dalam bentuk kesedihan. Tak apa, tidak ada yang salah, itu semua akan membuat hidup kita semua berwarna. Ohya, selain memberi kejutan, semesta juga mampu dengan lucunya mengambil kembali hal-hal tersebut. Iya, lucu sekali. Tapi kau tahu, ada satu hal yang selalu saja ia tinggalkan setiap terjadi perubahan,ya pelajaran. 

Pelajaran yang semesta titipkan dari setiap kejadian inilah yang menumbuhkan kedewasaan. Pembelajaran dalam hidup harus terus dilakukan bukan ? Jadi tak apa untuk kesalahan yang kita semua pernah lakukan di masa lalu, itu semua merupakan bagian dari pertumbuhan dan perkembangan, asal kita mampu mengambil pesan dan pelajaran. 

Berapa banyak dari rencana kita yang telah tersusun rapi ternyata tidak berjalan sebagaimana mestinya? Tapi kemudian selanjutnya semesta mengembalikan rencana tersebut dalam bentuk yang berbeda. Tentunya lebih membahagiakan. Kita tidak tahu kemana takdir semesta akan membawa kita semua bukan? Tak apa untuk pernah merasa sangat bersalah atas kesalahan yang kita lakukan di masa lalu. Saat kita telah berhasil menyadari dan mengakuinya, saat itulah kita beranjak satu tahap  pada tangga kedewasaan. 

Tidak apa apa, jangan menyalahkan diri sendiri untuk melakukan kesalahan. Asal hal tersebut tidak dilakukan berulang di masa depan, saya rasa masih bisa dimaafkan. Ingat, tidak ada manusia yang luput dari melakukan kesalahan. Semua manusia pernah melakukannya tentunya. Sudah, jangan berlarut, tetap bergerak sambil terus berbenah. Bayangkan jika setiap kesalahan yang dilakukan manusia dapat diambil seluruh intisari pelajarannya, pasti seluruh manusia dapat mencapai tahap  kematangan yangluar biasa.

Saya ulangi sekali lagi, sudah hentikan, jangan meratap, jangan terus menyalahkan, lebih baik semua introspeksi mengambil pesan dari segala kesalahan. Berhenti saling menyalahkan. Kau akan lelah sendiri jika terus mencari-cari kesalahan tanpa mengambil pelajaran. 

Sudah, mari kita saling melupakan, segala kesalahan. Ingat kembali, kita semua melakukan kesalahan. Tidak hanya anda, tapi juga saya. Sudah mampu membaca pesan? Jika telah mampu membaca pesan seharusnya kita sudah mampu berhenti saling menyalahkan. Butuh jiwa yang lapang untuk saling memafkan dan mengikhlaskan bukan? Kau belum mampu? Tak apa, biar aku dahulu yang mulai. 

Kembali lagi, sandarkan saja semuanya kepada Tuhan. Kita tidak pernah tahu kemana Dia aturkan jalan. Satu hal, yang harus kau ingat, mmm tidak, aku berbicara pada diriku sendiri 'Tidak salah karena telah melakukan kesalahan, ambil segala pelajaran, jangan diulangi, dan perbaiki keadaan, tumbuhkan keikhlasan, pupuk kedewasaan, dan berbahagialah'. Ohya satu lagi, saat kita mencintai sesuatu, kita akan menjaganya dengan sangat baik, tidak merusak atau memperlakukan dengan tidak baik. Tapi jika hal-hal tersebut yang kita lakukan, lepaskan. Oh sebentar, maksudku pilihannya dua, lepaskan ego dan kesalahan yang terus menerus kau lakukan, atau lepaskan sesuatu tersebut, mana tahu kau dan sesuatu tersebut akan mendapatkan kebahagiaan, masing masing. 

Oke, untuk ketenangan jiwa masing masing mari kita semua saling memafkan, oh tentunya, dan melupakan, kesalahan kesalahan di masa lalu. Berhenti merutuk dan menghukum diri sendiri oke? Tak apa, sungguh, tak apa. Semua akan baik baik saja asal kita mengambil pelajaran dan merencanakan perubahan, pada karakter diri, perilaku, serta persiapan masa depan. Uhm, sudah malam, pikiranmu pasti letih terus memikirkan kesalhan, ayo tidur, tarik nafas, lepaskan, semoga mimpi indah, kita semua! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar