Sabtu, 28 Mei 2016

KAMU


kamu, adalah ego yang selalu aku paksakan
kamu, adalah kebahagiaan yang aku ikatkan
kamu adalah citra yang aku paksakan

dan kamu, adalah kamu dalam khayal pikir ku
kamu , bukan kamu dalam diri asli mu
kamu, sudah cukup untuk tinggal

aku, adalah aku yang selalu bersandar
aku, adalah aku yang dulu tidak sadar
aku, adalah aku yang kira melakukan yang benar

sudah, kini aku mulai pintar
maka, bolehkah kita menjadi sekedar teman ?




Bandung, 28 Mei 2016

Selasa, 12 April 2016

Yang Ku Sadari , Aku Tak Berteman


Layu Semangat ku
Patah Cita ku

Ternyata aku tak berteman
Nyata nya memang tak berkawan

Tak ada Cinta
Hanya bermuram durja
Tak ada Ramai
Hanya angan di belai

Dulu, tak pernah ku tau
Ya, kini yang ku sadari
 aku tak berteman

Mana yang Lebih Sesak dari Meratap Kepada Batu Nisan ?


Aku di belai angan
Delusi ku datang selalu tinggal
Aku tercekat
Di temani bayangan

Aku dalam pelukan saat memejam
Ternyata sendiri saat tersadar

Apa kau pernah sesak ?
Terantuk kesedihan kah ?
Atau di putus harapan ?
Namun, mana yang lebih sesak dari meratap kepada batu nisan ?
Emosi tertahan
Rindu di bungkam

Sekali lagi, mana yang lebih sesak dari meratap kepada batu nisan ?


Bandung, 12 April 2016