Selasa, 14 Agustus 2018

Duhai Tuan


Aku datang pada waktu yang kurang tepat
Engkau datang pada waktu yang kurang tepat
Pertemuan ini terjadi pada waktu yang kurang tepat

Tapi aku mengimani bahwa bahkan jatuhnya selembar daun dari pohon pun karena kehendak Tuhan
Entah pertemuan ini terjadi sebagai ujian atau menggantikan
Aku tidak tahu

Yang pasti aku merasa bahagia
Aku tidak pernah menyesali sebuah pertemuan 
Karena bahkan pertemuan yang membawa kesedihan pun tetap memberikan pelajaran

Aku percaya
Ini bukan hanya suatu kebetulan

Tapi tenang, kau tidak perlu risau
Biarkan aku menikmati ini dalam diam
Biarkan aku mendoakan ini saat malam

Kau jangan terbebani untuk memberi balasan
Kau pun tidak masalah tak memberi jawaban
Karena melihatmu dari sini saja aku sudah senang
Duhai tuan yang jauh dari genggaman


Tangerang, 14 Agustus 2018

Kamis, 02 Agustus 2018

Prasangka Baik


Beberapa keputusan Tuhan sempat membuat kita bersedih dan menganggapNya tidak adil
Beberapa ketetapan Tuhan sempat membuat kita merasa usaha yang telah kita lakukan sia-sia
Sakit ? Pasti
Kecewa ? Wajar
Namun saya ingat perkataan Tuhan bahwa "Aku tergantung prasangka hamba ku"
Dari situ saya mulai sadar, mungkin Tuhan sedang menunjukkan kuasa-Nya
Mungkin Ia ingin menyatakan "Hai kamu, Akulah yang berperan dalam kehidupanMu. Jika kau mau, mintalah kepadaKu"

Saya mungkin melakukan banyak kesalahan
Salah satunya adalah melangkahi Tuhan dan merasa mampu melampaui kuasaNya
Saya banyak membuat rencana tanpa melibatkanNya
Saya tidak sadar bahwa Tuhan mampu membolak-balikkan segalanya dalam satu kedipan mata
Ya, segalanya

Saya menyadari, bahwa berbagai pengalaman yang telah saya alami pun tidak lepas dari skenario Tuhan
Begitu banyak kejutan-kejutan yang tidak saya sangka sangka akan sampai kepada saya
Mengapa saya begitu khawatir ?

Saya merasa malu pernah sangat sedih saat harus melepaskan cinta manusia
Tanpa saya merasa takut jikalau Tuhan tidak mencintai saya lagi
Saya sangat berusaha untuk mendapatkan cinta dunia
Tanpa saya berusaha untuk mendapatkan cintaNya

Baiklah, semoga sakit dan kecewa ini mendewasakan
Apa yang kita rasa menyakitkan, buruk dan tidak membahagiakan, bisa jadi suatu cobaan Tuhan untuk melihat apakah kita tetap bersungguh-sungguh menyembahNya

Ataukah segala kebahagiaan dan kenikmatan yang sedang Ia berikan juga untuk menguji apakah kita lalai lalu meninggalkanNya

Kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan
Kita tidak mengetahui apa yang sedang Tuhan persiapkan untuk kita di langkah depan
Apa yang menurut kita semua baik, belum tentu baik menurut Tuhan

Mari kita berprasangka baik
Menerima ketetapan nya dengan baik
Dan percaya bahwa ini semua akan berakhir baik


Dilla
Tangerang, 02 Agustus 2018


Senin, 30 Juli 2018

Kehilangan


Dalam hidup, beberapa kali saya telah mengalami kehilangan.
Dari berbagai pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa segalanya hanyalah titipan
Saya jadi menyadari ketika orang-orang yang berusia lebih tinggi diatas saya mengatakan "cintai sesuatu sekedarnya saja"
Sekarang saya mengerti kenapa

Kerana segalanya hanyalah sementara
Ya, segalanya. Kehidupan, harta benda, tahta, pasangan bahkan apapun
Segalanya sementara

Jangan gantung kebahagiaan kita pada sesuatu
Jangan gantung kebahagiaan kita pada harta
Pada pasangan
Pada tahta

Kebahagiaan abadi muncul dalam diri kita
Dan cinta terhadap Tuhan

Tapi sungguh, bagi saya kehilangan yang paling meyakitkan adalah kematian

Ditinggalkan oleh hal-hal yang kita cintai, seperti barang kesayangan yang rusak, pasangan yang pisah, jabatan idaman dan seluruhnya, sungguh tidak bisa mengalahkan sakitnya ditinggalkan karena kematian

Kematian memang benar-benar menutup
Benar-benar pergi
selama-lamanya

Ketika hal-hal yang engkau cintai hilang karena keadaan
Tenanglah, kau masih punya kesempatan

Minggu, 15 Juli 2018

Tuhan, aku ingin mengeluh



Perasaan yang cepat memuai dalam kedipan mata
Secepat itu ? ya !
Kuasa Tuhan memang ajaib

Aku ragu
Namun ku berusaha berbaik sangka
Kepada Tuhan

Tuhan ...
Aku ingin mengeluh
Tepatnya merutuki kuasa Mu
Tapi keyakinan ku begitu besar
Bahwa ini cara Mu membuat ku lebih bahagia
Bukan begitu, Tuhan ?

Baiklah aku tidak akan mengeluh
Atau merutuk
Tapi...
Apa bisa lebih cepat Engkau menjelaskan maksud dari sakit ku ini ?
Setidaknya aku tidak lelah memikirkan akan kemana diri ku kau bawa dalam rencana Mu

Apa ?
Menunggu ?
Kau memintaku menunggu ?

Manis ?
Kau janjikan aku rasa manis ?
Asalkan aku tetap berbaik sangka pada Mu?
Dan berserah ?

Hmmm baik
Akan aku coba
Tapi Tuhan, bagaimana jika aku rindu  ?

Ah, aku bingung
Baiklah, aku serahkan semua jalan ku kepada Mu

Iya, iya
Aku berusaha ikhlas

Jumat, 13 Juli 2018

Aku cemburu sayang


"Lalu bagaimana dengan aku ? " kataku masam
"Carilah kebahagiaan mu"
"Apa ? kau pikir semudah itu ?"
"Ya, cobalah saja dahulu"

Hatiku bergejolak. Bagaimana bisa ? apakah bisa ? apakah nanti aku bisa menemukan yang sama baik  nya ? bisa ? bagaimana caranya ?

Dan aku yakin Tuhan memayungi ku
Memayungi tangis ku
Aku tau Dia  mengamatiku

Apa Engkau dengar Tuhan ?
Mengapa kau beri aku kesakitan ?
Bagaimana bisa ?
Salahku dimana Tuhan ?

Kemudian  ku lihat Tuhan tersenyum
Ia mengusap air mata ku

"Aku cemburu sayang" bisik nya dalam sujud ku


Selasa, 26 Juni 2018

Farewell ?


'Laisal firoqu kuntu baakiyan, bal lil liqau kuntu nadiman'

Tiba-tiba saya teringat tentang sebuah kata mutiara yang pernah saya pelajari beberapa tahun lalu. Artinya kurang lebih adalah 'bukanlah perpisahan yang aku tangisi, melainkan pertemuan yang aku sesali'

Tapi, bukankah semua yang bertemu pasti akan berpisah ?
Baik karena waktu maupun keadaan 

Selama kurang lebih dua puluh tiga tahun saya menginjakkan kaki di muka bumi ini, telah beberapa kali saya mengalami perpisahan. Baik karena waktu maupun keadaan. Hal tersebut membuat saya sadar bahwa tidak ada di dunia ini yang selamanya. Kalimat bahwa segala sesuatu di dunia ini adalah titipan, memang benar adanya. Saya pun merasakannya.

Tapi ada satu hal yang dapat saya simpulkan dari beberapa perpisahan yang saya alami. Itu adalah 'pedihnya pengharapan kepada manusia'. Mengapa saya bisa mengatakan itu ? karna yang saya alami adalah perpisahan itu terasa sakit dan sulit dijalani ketika kita sudah sepenuhnya menaruh pengharapan atas banyak hal dalam hidup kita kepada manusia. Ketika kita sudah dengan sombongnya menyandarkan kebahagiaan dan kesedihan kita kepada manusia. Maka ketika perpisahan itu (harus) terjadi? wussss kita merasa hilang kendali atas diri kita. 

Namun berbeda rasanya jika kita sudah menyandarkan dan mengikhlaskan segala kehidupan dan harapan kita kepada Tuhan. Diambil atau ditinggalkan nya kita oleh hal hal yang bersifat sementara, kita tidak akan jatuh. Karena kita sudah mempercayai seluruh kebahagiaan dan kesedihan kita kepada Dzat yang Maha Kekal.

Berpisah memang bukan sesuatu yang menyenangkan. Namun dari perpisahan kita dapat mengambil berbagai hikmah dan pelajaran bukan ? always find a silver lining ! 

Mari kita sama sama menguatkan orang-orang yang sedang mengalami pahitnya perpisahan
Mari yakinkan mereka bahwa dibalik perpisahan akan ada pelajaran yang dapat dipetik untuk bekal masa depan

Tapi satu yang ingin saya tekankan, jika kalian tidak mampu memberikan kebahagiaan kepada manusia lain, minimal jangan berikan mereka angan dan harapan.
Belajar untuk peka dengan lingkungan sekitar. Peka dengan sinyal-sinyal yang diberikan manusia lain akan harapan yang anda berikan. 

Oke, jika kalian tidak sadar telah memberikan harapan kepada manusia lain sehingga menimbulkan kesedihan, tidak apa-apa.

Tapi selanjutnya, jangan sebar lagi harapan harapan semu akan kebahagiaan lagi kepada manusia lain yang hanya berujung pada kesedihan

Mari berbuat baik dan ciptakan kebahagiaan untuk kita dan orang lain

Salam hangat, Dilla