'Laisal firoqu kuntu baakiyan, bal lil liqau kuntu nadiman'
Tiba-tiba saya teringat tentang sebuah kata mutiara yang pernah saya pelajari beberapa tahun lalu. Artinya kurang lebih adalah 'bukanlah perpisahan yang aku tangisi, melainkan pertemuan yang aku sesali'
Tapi, bukankah semua yang bertemu pasti akan berpisah ?
Baik karena waktu maupun keadaan
Selama kurang lebih dua puluh tiga tahun saya menginjakkan kaki di muka bumi ini, telah beberapa kali saya mengalami perpisahan. Baik karena waktu maupun keadaan. Hal tersebut membuat saya sadar bahwa tidak ada di dunia ini yang selamanya. Kalimat bahwa segala sesuatu di dunia ini adalah titipan, memang benar adanya. Saya pun merasakannya.
Tapi ada satu hal yang dapat saya simpulkan dari beberapa perpisahan yang saya alami. Itu adalah 'pedihnya pengharapan kepada manusia'. Mengapa saya bisa mengatakan itu ? karna yang saya alami adalah perpisahan itu terasa sakit dan sulit dijalani ketika kita sudah sepenuhnya menaruh pengharapan atas banyak hal dalam hidup kita kepada manusia. Ketika kita sudah dengan sombongnya menyandarkan kebahagiaan dan kesedihan kita kepada manusia. Maka ketika perpisahan itu (harus) terjadi? wussss kita merasa hilang kendali atas diri kita.
Namun berbeda rasanya jika kita sudah menyandarkan dan mengikhlaskan segala kehidupan dan harapan kita kepada Tuhan. Diambil atau ditinggalkan nya kita oleh hal hal yang bersifat sementara, kita tidak akan jatuh. Karena kita sudah mempercayai seluruh kebahagiaan dan kesedihan kita kepada Dzat yang Maha Kekal.
Berpisah memang bukan sesuatu yang menyenangkan. Namun dari perpisahan kita dapat mengambil berbagai hikmah dan pelajaran bukan ? always find a silver lining !
Mari kita sama sama menguatkan orang-orang yang sedang mengalami pahitnya perpisahan
Mari yakinkan mereka bahwa dibalik perpisahan akan ada pelajaran yang dapat dipetik untuk bekal masa depan
Tapi satu yang ingin saya tekankan, jika kalian tidak mampu memberikan kebahagiaan kepada manusia lain, minimal jangan berikan mereka angan dan harapan.
Belajar untuk peka dengan lingkungan sekitar. Peka dengan sinyal-sinyal yang diberikan manusia lain akan harapan yang anda berikan.
Oke, jika kalian tidak sadar telah memberikan harapan kepada manusia lain sehingga menimbulkan kesedihan, tidak apa-apa.
Tapi selanjutnya, jangan sebar lagi harapan harapan semu akan kebahagiaan lagi kepada manusia lain yang hanya berujung pada kesedihan
Mari berbuat baik dan ciptakan kebahagiaan untuk kita dan orang lain
Salam hangat, Dilla