Minggu, 12 Maret 2017

Terima Kasih telah Berselingkuh

Hallo
Setelah sekian lama tidak membuat tulisan, rasanya kali ini saya berniat menulis sebuah gejolak perasaan akan sebuah isu. Isu yang mungkin sudah dan mungkin bisa terjadi dalam kehidupan siapapun. Tulisan saya kali ini akan membahas tentang isu perselingkuhan. Ya, Perselingkuhan.

Masing-masing dari kita semua tentu berharap bahwa pasangan kita hari ini tidak memiliki sifat-sifat atau perilaku yang mengarah pada perselingkuhan. Perselingkuhan (bagi saya) bukan hanya hubungan-hubungan visible yang kasat mata seperti bermesraan dengan orang lain, jalan, makan, menggoda dan lain-lain. Menurut saya, ketika kita sudah merasa nyaman dengan keberadaan wanita atau laki-laki lain selain pasangan, membayangkan senyuman mereka yang manis, mengagumi saran-saran mereka yang bijak bahkan merindukan setiap pesan teks dan pesan suara yang mereka kirimkan, hal tersebut  sudah memasuki babak perselingkuhan.

Setiap orang memiliki definisi masing-masing tentang perselingkuhan. Sebagian menganggap jika pasangan nya sudah melakukan hubungan badan dengan wanita atau pria lain, baru dinamakan selingkuh. Tidak perduli apakah sebelum itu ia pernah menggoda atau bersikap terlalu atraktif kepada lawan jenis. Ada juga yang menganggap bahwa menghapus pesan percakapan agar tidak diketahui pasangan, termasuk ke dalam selingkuh. Apapun definisi yang masing-masing dari kita ciptakan tentang perselingkuhan, hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak patut dilakukan apalagi dijadikan sebuah kebiasaan.

Kalian tau ? Selingkuh melibatkan keterlibatan dari minimal dua pihak dan PASTI menyakiti minimal satu pihak. Pada era ini, selingkuh mungkin merupakan sesuatu hal yang sulit untuk dihindari. Karena seperti yang saya katakan, pemahaman setiap orang tentang selingkuh sangatlah beragam. Ada laki-laki yang memiliki kepribadian sangat terbuka dan responsif terhadap lawan jenis, sedangkan wanita nya sangat menjaga jarak dengan laki-laki di sekitarnya. Sang wanita dapat melabeli pasangan nya telah berselingkuh ketika ia memergoki isi pesan dan panggilan pada handphone lelakinya berisi nama seorang wanita yang sama setiap harinya. Walaupun lelaki tersebut menganggap bahwa panggilan dan pesan tersebut hanyalah murni hubungan sebagai seorang teman dekat. Jadi, perselingkuhan itu sangat sulit untuk dihindari bukan ? Ya, karena seseorang dikatakan selingkuh berdasarkan pada persepsi dan pemaknaan orang lain terhadap selingkuh itu sendiri.

Terlepas dari seluruh perbedaan persepsi tersebut diatas, entah mengapa saya (dan mungkin sebagian wanita yang pernah terlibat menjadi korban maupun tersangka perselingkuhan) tentu sangat sensitif jika mendengar topik ini. Siapapun anda, terutama yang sedang menjadi tersangka perselingkuhan dalam suatu hubungan, percayalah keindahan dan kenyamanan yang anda rasakan dengan berselingkuh tidak akan bertahan lama. Tanpa anda sadari, minimal anda telah (atau akan) menyakiti hati seorang manusia yang sedang percaya bahwa pasangan nya memiliki kesetian dan terjauhkan dari kecenderungan untuk berkhianat. Anda tidak sedang berkompetisi, anda sedang merusak hubungan dan kebahagiaan orang lain untuk keegoisan dan keserakahan anda. Jika anda berhasil mendapatkan wanita atau laki-laki yang pada akhirnya meninggalkan pasangan asalnya untuk anda, maka label anda bukanlah seorang pemenang. Anda adalah seorang perusak !

Jika anda merasa bahwa anda lah yang terlampau cantik dan menarik sehingga pasangan orang lain mendatangi anda, maka anda salah. Kapasitas intelektual anda tentu dapat memfilter siapa saja yang dapat anda terima untuk masuk ke dalam kehidupan dan ranah pribadi anda. Atau, setidaknya anda bukan seseorang yang sangat murah sehingga tidak mencari tahu background dan informasi-informasi mengenai calon pasangan anda. Sampai anda tidak mengetahui bahwa calon pasangan anda sebetulnya adalah pasangan orang lain. Seriously? Begitu murah dan mudahkan anda menerima seseorang untuk menjalin hubungan dengan begitu buta ? Anda tidak sedang membeli kucing dalam karung bukan ?  Menurut saya, di era teknologi yang sangat canggih ini semua orang dapat mencari informasi apapun yang ia inginkan. Oke, mungkin anda seseorang yang gagap tekhnologi, tidak memiliki sosial media, tinggal di pedalaman hutan, atau memiliki kapasitas intelektual yang rendah sehingga tidak mengetahui bahwa calon pasangan anda adalah pasangan orang lain. Saya berusaha memaklumi itu. Mmmm mungkin lebih tepatnya memaklumi alasan-alasan tidak masuk akal tersebut.
 
Tapi, bagi anda yang memang mengetahui bahwa orang yang sedang menggoda anda, yang membalas setiap postingan anda di sosial media dengan komentar-komentar diluar konteks pertemanan, yang anda kirimi pesan “jangan lupa makan” dan “selamat tidur” setiap harinya, yang anda hubungi via telfon dan video call hanya untuk mengungkapkan kenyamanan anda akan kehadirannya, yang anda berikan hadiah-hadiah di luar hari ulang tahunnya, adalah pasangan sah dari orang lain, maka saya harap mata hati anda dapat terbuka dengan membaca tulisan ini. Tapi sebelumnya, bolehkah saya bertanya apa yang kalian rasakan ketika mendapat perhatian dan cinta dari pasangan orang lain? Bangga kah ? Merasa hebat kah? Merasa lebih cantik kah ? Atau apa ? Sebegitu butakah anda sehingga tidak menyadari bahwa dengan alasan apapun yang anda lakukan adalah sebuah kesalahan. Lebih tepatnya sebuah kehilafan yang harus segera dihentikan.

Oke, dan anda yang telah menghianati kesetiaan pasangan, yang membohongi kepolosan pasangan anda hari ini dan hari kemarin, yang menutupi pesan dan panggilan wanita atau laki-laki lain dengan menghapusnya dari handphone anda, segeralah meminta maaf. Minimal, jika tidak berani mengakui kesalahan anda, jangan pernah mengulanginya lagi. Jika anda memang sudah tidak mencintai atau tidak ingin lagi menjalani hubungan dengan pasangan anda, putuskan ia ! Putuskan ! tapi jangan pernah menduakan. Lebih baik diputuskan karena memang sudah tidak cinta atau tidak cocok ketimbang diduakan bukan ?

Dan untuk anda-anda yang menjadi korban perselingkuhan, diduakan, ditinggalkan karena orang ketiga, atau bagi anda yang merasakan ketakutan akan mengalami hal-hal tersebut diatas, percayalah, pasangan anda, pasangan saya dan pasangan kita semua akan berselingkuh jika mereka ingin. Sekuat dan seprotektif apapun kita menjaga mereka dan seberapa banyakpun larangan-larangan kita untuk mereka, jika mereka ingin berselingkuh maka mereka akan melakukannya. Dengan alasan apapun perselingkuhan terjadi karena ada keinginan bukan ketidaksengajaan. Maka, mereka akan berselingkuh jika mereka ingin.

Dengan berat saya ingin menyerukan untuk berbesar hati. Lakukan terbaik yang kita bisa. Jadilah pasangan yang serba bisa. Jadilah pasangan yang memberikan kenyamanan. Jadilah pasangan yang tidak banyak menuntut. Minimal, jika kita menjadi korban perselingkuhan sedang kita memiliki kualitas-kualitas diri yang baik maka kita tidak merugi. Mantan pasangan kita lah yang merugi. Mereka sangat tidak layak mendapatkan kepercayaan dan kesetiaan kita. Ikhlaskan, kita tidak dapat menahan mereka untuk tidak berselingkuh karena perilaku tersebut merupakan cerminan sikap-sikap dalam diri mereka. Mereka berselingkuh karena mereka ingin, dan itulah mereka. Jangan menutup diri, menangislah! ceritakan kepada orang yang anda percaya, berliburlah, lakukan tamasya, tertawalah, tangisan kalian terlalu berharga untuk diberikan kepada pelaku perselingkuhan.

Percayalah, mental dan jiwa kalian akan terasah lebih kuat dari sebelumnya. Cepat atau lambat, akan ada orang-orang baru yang datang dan memiliki kebaikan sifat seperti anda dan membahagiakan  di kemudian hari. Jadi mari berterima kasih kepada mereka yang telah berselingkuh karena telah menghebatkan diri kita dan menjadi batu loncatan kita mendapatkan pasangan yang lebih baik. Terima kasih kamu, terima kasih kalian  :)

[Oke, rasanya saya harus mengedit bagian ini agar orang-orang yang mengenal saya secara personal tidak berburuk sangka. Tulisan ini dibuat dengan tanpa niatan mengarahkan kepada pasangan saya sekarang. Dia memiliki kualitas-kualitas kepribadian yang sangat baik sampai saat ini. Tulisan ini adalah buah bacaan dan hasil pendengaran saya akan cerita orang lain, bukan curahan hati pribadi akan pasangan saya (atau mungkin pasangan-pasangan sebelumnya? nahloh? )]

Selamat beraktifitas semuanya !




Tidak ada komentar:

Posting Komentar