Rabu, 15 Maret 2017

Untuk Wanita yang Baik Hatinya


Hallo cantik,  selamat malam !

Saya selalu tersenyum membayangkan betapa paras anda seindah perilaku yang anda tampilkan.
Rasanya kita belum mengenal satu sama lain dengan baik bukan ? Saya menulis kata “belum” karena besar harapan saya untuk dapat bercengkrama dan mengenal anda secara personal
Mungkin anda bertanya-tanya mengapa saya menuliskan surat ini untuk anda.

Anda merasa takut kah ? Atau curiga ?
Tidak sayang, saya tidak akan membuat masalah apapun dengan anda. Anda tahu ? Kebaikan hati anda mengajarkan saya banyak sekali pelajaran untuk melakukan kebaikan setiap harinya.
Kepekaan anda terhadap perasaan saya yang mungkin sama sekali belum anda kenal, mengajarkan saya betapa kelembutan hati amat dibutuhkan untuk melunakkan amarah seseorang
Saya percaya jika ada beberapa orang yang amat menyukai dan ingin menjadi teman dekat anda. Anda tahu? bahkan dengan saya yang tidak anda kenal pun kemurahan hati anda begitu dapat saya rasakan.

Kenapa dahi anda berkerut? Anda bingung ?
Baiklah, surat ini saya berikan hanya untuk berterima kasih

Terima kasih untuk membantu menekan perasaan anda agar hubungan personal saya baik-baik saja
Terima kasih tidak memberikan respon berlebihan seperti beberapa wanita lainnya kepada seseorang yang sangat saya khawatirkan terebut hatinya
Terima kasih untuk terus membatasi dan menjaga jarak kepada seseorang yang sudah terikat  namanya
Terima kasih untuk bersikap dingin pada godaan orang-orang yang memang seharusnya tidak anda tanggapi
Terima kasih telah bersikap mahal dan memberikan rasa aman kepada  saya

Anda definisi wanita cantik dengan kemurahan hati yang  sangat besar
Terima kasih telah secara tidak langsung menjaga orang yang saya sayangi
Terima kasih cantik
Terima kasih banyak :) 



Untuk seseorang yang hatinya sedang perih


Tulisan ini saya tunjukan khusus kepada seseorang yang hatinya sedang perih.

Anda terlihat terlalu sedih hingga tak mampu menangis
Anda terlihat menanggung beban hingga bertindak begitu kejam
Anda terlihat sangat ingin mencapai sesuatu sehingga tak menolak untuk menjatuhkan
Ada apa?
Ingin mencari teman cerita ?

Kenapa kata-kata anda begitu kasar ? Terlalu lelah kah ?
Perilaku anda buruk, kata-kata anda kotor, sikap anda membuat geram, tapi saya tau anda sedang menanggung gundukan perasaan yang bahkan tak mampu anda utarakan

Anda menyimpan citra baik yang menjadi bumerang bagi hati anda sendiri
Anda menyimpan rahasia buruk yang membuat tega menjatuhkan orang-orang terdekat

Anda terlalu lelah
Saya harap anda mendapat istirahat yang cukup
Saya berdoa anda dapat menikmati makanan dan minuman yang lezat
Dan jika boleh saya meminta, semoga anda mendapatkan cinta yang layak untuk sekedar mengobati luka batin yang menganga

Anda tidak perlu minta maaf
Saya dan sebagian orang yang anda lukai mungkin sudah memafkan, walaupun kami tidak lupa

Saya tidak berharap anda membaca tulisan ini
Tapi jika anda membaca dan merasa tulisan ini diutarakan untuk anda, saya ucapkan :
“Semoga anda mendapat kebahagiaan hari ini”


Minggu, 12 Maret 2017

Aku bisa apa jika sedang cemburu ?



Selamat pagi
Adakah disini yang sedang mengawali hari dengan rasa cemburu ? 
Adakah disini yang mengakhiri malam dengan melesakkan sebagian  cemburu ke dalam hati agar tidak terlalu mencolok ? 



Apa hati kalian mengatakan "iya" ketika membaca pertanyaan diatas ? 
Oke berarti anda dan saya merupakan manusia normal yang hatinya masih berfungsi dengan baik. Bersyukurlah !


Lantas, apa yang biasa kalian lakukan ketika cemburu ? Marah besar? Memberikan sindiran-sindiran? Melabrak orang yang kita cemburui dengan kata-kata kasar? Atau melakukan aksi bungkam karena memilih menahan ? 


Mana dari kegiatan-kegiatan diatas yang lebih baik ? Hmm rasanya tidak ada satupun yang berfaidah. Ya, tidak ada keuntungan nya melakukan hal-hal diatas kecuali untuk memuaskan rasa cemburu yang berbuah amarah pada diri kita.


Bagaimana rasanya, jika rasa cemburu itu datang kepada orang-orang yang tidak patut kita cemburui? Pernah merasakan hal yang sama seperti saya ? Dimana rasa cemburu datang tiba-tiba dan bergumul dalam kesesakan yang meluap luap, namun hati kecil kita tahu bahwa kita tidak patut cemburu pada orang tersebut? Dimana akibatnya adalah kita tidak dapat melakukan hal apapun untuk mengekspresikan rasa cemburu karna itu tidak patut dimunculkan? 


Misal cemburu kepada rekan kerja pasangan, kepada tim satu organisasi, kepada kawan satu kos, atau bahkan kepada junior atau teman diskusi pasangan kita di kampus ? 


Tunggu, jangan dulu judge saya atau sebagian orang yang pernah merasa cemburu pada pihak-pihak diatas sebagai orang yang berlebihan. Karna yang saya ingin nyatakan adalah, rasa cemburu itu tidak saya ciptakan sendiri dengan kemampuan saya. Rasa itu hadir tiba-tiba dan memanah pihak-pihak yang tidak dapat kita tentukan. Benar begitu ? Lantas apa yang harus dilakukan? Menepis semua perasaan dan rasa sesak itu ? Atau mengkomunikasikan kepada pasangan ? Jika mengkomunikasikan adalah pilihan terbaik menurut anda, apakah itu tidak cukup mengganggu pasangan ? Apalagi jika kita memiliki pasangan yang sangat produktif dan aktif menjalin relasi dengan banyak orang. 


Lalu apa? Menahan kah ? Menganggap semua baik-baik saja karena memang tidak terjadi apa-apa seperti isu perselingkuhan dan lain-lain? 
Menangis kah ? Atau apa ? 
Karna kita tidak bisa memfilter hati kita ingin cemburu kepada siapa. Cemburu datang tiba-tiba walaupun orang tersebut mungkin tidak pernah memberikan stimulus apapun kepada pasangan kita. 
Hati saya yang terlalu rumit atau bagaimana?



Ah sudahlah, yang pasti memendam perasaan cemburu itu sangat tidak mengenakan. Lalu, bagaimana jika kita tidak dapat mengkomunikasikan hal tersebut karna merupakan sesuatu yang riskan terhadap kenyamanan pasangan dan hubungan ? 

Oke, saya pikir lebih baik mengungkapkan dalam tulisan ini.
Berharap ada pihak-pihak yang membaca lalu memberikan solusi.
Atau minimal, ada yang diam-diam mengaminkan doa saya agar rasa cemburu ini dapat segera hilang.

Tapi tunggu dulu,  rasanya saya merasa sedikit lega setelah bercerita dan membuat tulsian ini. Kalau begitu saya ingin berterima kasih.

Terima kasih pada semua, Terima kasih Tuhan untuk rasa yang menghebatkan dan mendewasakan. Terima kasih semesta. Terima kasih. 

Terima Kasih telah Berselingkuh

Hallo
Setelah sekian lama tidak membuat tulisan, rasanya kali ini saya berniat menulis sebuah gejolak perasaan akan sebuah isu. Isu yang mungkin sudah dan mungkin bisa terjadi dalam kehidupan siapapun. Tulisan saya kali ini akan membahas tentang isu perselingkuhan. Ya, Perselingkuhan.

Masing-masing dari kita semua tentu berharap bahwa pasangan kita hari ini tidak memiliki sifat-sifat atau perilaku yang mengarah pada perselingkuhan. Perselingkuhan (bagi saya) bukan hanya hubungan-hubungan visible yang kasat mata seperti bermesraan dengan orang lain, jalan, makan, menggoda dan lain-lain. Menurut saya, ketika kita sudah merasa nyaman dengan keberadaan wanita atau laki-laki lain selain pasangan, membayangkan senyuman mereka yang manis, mengagumi saran-saran mereka yang bijak bahkan merindukan setiap pesan teks dan pesan suara yang mereka kirimkan, hal tersebut  sudah memasuki babak perselingkuhan.

Setiap orang memiliki definisi masing-masing tentang perselingkuhan. Sebagian menganggap jika pasangan nya sudah melakukan hubungan badan dengan wanita atau pria lain, baru dinamakan selingkuh. Tidak perduli apakah sebelum itu ia pernah menggoda atau bersikap terlalu atraktif kepada lawan jenis. Ada juga yang menganggap bahwa menghapus pesan percakapan agar tidak diketahui pasangan, termasuk ke dalam selingkuh. Apapun definisi yang masing-masing dari kita ciptakan tentang perselingkuhan, hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak patut dilakukan apalagi dijadikan sebuah kebiasaan.

Kalian tau ? Selingkuh melibatkan keterlibatan dari minimal dua pihak dan PASTI menyakiti minimal satu pihak. Pada era ini, selingkuh mungkin merupakan sesuatu hal yang sulit untuk dihindari. Karena seperti yang saya katakan, pemahaman setiap orang tentang selingkuh sangatlah beragam. Ada laki-laki yang memiliki kepribadian sangat terbuka dan responsif terhadap lawan jenis, sedangkan wanita nya sangat menjaga jarak dengan laki-laki di sekitarnya. Sang wanita dapat melabeli pasangan nya telah berselingkuh ketika ia memergoki isi pesan dan panggilan pada handphone lelakinya berisi nama seorang wanita yang sama setiap harinya. Walaupun lelaki tersebut menganggap bahwa panggilan dan pesan tersebut hanyalah murni hubungan sebagai seorang teman dekat. Jadi, perselingkuhan itu sangat sulit untuk dihindari bukan ? Ya, karena seseorang dikatakan selingkuh berdasarkan pada persepsi dan pemaknaan orang lain terhadap selingkuh itu sendiri.

Terlepas dari seluruh perbedaan persepsi tersebut diatas, entah mengapa saya (dan mungkin sebagian wanita yang pernah terlibat menjadi korban maupun tersangka perselingkuhan) tentu sangat sensitif jika mendengar topik ini. Siapapun anda, terutama yang sedang menjadi tersangka perselingkuhan dalam suatu hubungan, percayalah keindahan dan kenyamanan yang anda rasakan dengan berselingkuh tidak akan bertahan lama. Tanpa anda sadari, minimal anda telah (atau akan) menyakiti hati seorang manusia yang sedang percaya bahwa pasangan nya memiliki kesetian dan terjauhkan dari kecenderungan untuk berkhianat. Anda tidak sedang berkompetisi, anda sedang merusak hubungan dan kebahagiaan orang lain untuk keegoisan dan keserakahan anda. Jika anda berhasil mendapatkan wanita atau laki-laki yang pada akhirnya meninggalkan pasangan asalnya untuk anda, maka label anda bukanlah seorang pemenang. Anda adalah seorang perusak !

Jika anda merasa bahwa anda lah yang terlampau cantik dan menarik sehingga pasangan orang lain mendatangi anda, maka anda salah. Kapasitas intelektual anda tentu dapat memfilter siapa saja yang dapat anda terima untuk masuk ke dalam kehidupan dan ranah pribadi anda. Atau, setidaknya anda bukan seseorang yang sangat murah sehingga tidak mencari tahu background dan informasi-informasi mengenai calon pasangan anda. Sampai anda tidak mengetahui bahwa calon pasangan anda sebetulnya adalah pasangan orang lain. Seriously? Begitu murah dan mudahkan anda menerima seseorang untuk menjalin hubungan dengan begitu buta ? Anda tidak sedang membeli kucing dalam karung bukan ?  Menurut saya, di era teknologi yang sangat canggih ini semua orang dapat mencari informasi apapun yang ia inginkan. Oke, mungkin anda seseorang yang gagap tekhnologi, tidak memiliki sosial media, tinggal di pedalaman hutan, atau memiliki kapasitas intelektual yang rendah sehingga tidak mengetahui bahwa calon pasangan anda adalah pasangan orang lain. Saya berusaha memaklumi itu. Mmmm mungkin lebih tepatnya memaklumi alasan-alasan tidak masuk akal tersebut.
 
Tapi, bagi anda yang memang mengetahui bahwa orang yang sedang menggoda anda, yang membalas setiap postingan anda di sosial media dengan komentar-komentar diluar konteks pertemanan, yang anda kirimi pesan “jangan lupa makan” dan “selamat tidur” setiap harinya, yang anda hubungi via telfon dan video call hanya untuk mengungkapkan kenyamanan anda akan kehadirannya, yang anda berikan hadiah-hadiah di luar hari ulang tahunnya, adalah pasangan sah dari orang lain, maka saya harap mata hati anda dapat terbuka dengan membaca tulisan ini. Tapi sebelumnya, bolehkah saya bertanya apa yang kalian rasakan ketika mendapat perhatian dan cinta dari pasangan orang lain? Bangga kah ? Merasa hebat kah? Merasa lebih cantik kah ? Atau apa ? Sebegitu butakah anda sehingga tidak menyadari bahwa dengan alasan apapun yang anda lakukan adalah sebuah kesalahan. Lebih tepatnya sebuah kehilafan yang harus segera dihentikan.

Oke, dan anda yang telah menghianati kesetiaan pasangan, yang membohongi kepolosan pasangan anda hari ini dan hari kemarin, yang menutupi pesan dan panggilan wanita atau laki-laki lain dengan menghapusnya dari handphone anda, segeralah meminta maaf. Minimal, jika tidak berani mengakui kesalahan anda, jangan pernah mengulanginya lagi. Jika anda memang sudah tidak mencintai atau tidak ingin lagi menjalani hubungan dengan pasangan anda, putuskan ia ! Putuskan ! tapi jangan pernah menduakan. Lebih baik diputuskan karena memang sudah tidak cinta atau tidak cocok ketimbang diduakan bukan ?

Dan untuk anda-anda yang menjadi korban perselingkuhan, diduakan, ditinggalkan karena orang ketiga, atau bagi anda yang merasakan ketakutan akan mengalami hal-hal tersebut diatas, percayalah, pasangan anda, pasangan saya dan pasangan kita semua akan berselingkuh jika mereka ingin. Sekuat dan seprotektif apapun kita menjaga mereka dan seberapa banyakpun larangan-larangan kita untuk mereka, jika mereka ingin berselingkuh maka mereka akan melakukannya. Dengan alasan apapun perselingkuhan terjadi karena ada keinginan bukan ketidaksengajaan. Maka, mereka akan berselingkuh jika mereka ingin.

Dengan berat saya ingin menyerukan untuk berbesar hati. Lakukan terbaik yang kita bisa. Jadilah pasangan yang serba bisa. Jadilah pasangan yang memberikan kenyamanan. Jadilah pasangan yang tidak banyak menuntut. Minimal, jika kita menjadi korban perselingkuhan sedang kita memiliki kualitas-kualitas diri yang baik maka kita tidak merugi. Mantan pasangan kita lah yang merugi. Mereka sangat tidak layak mendapatkan kepercayaan dan kesetiaan kita. Ikhlaskan, kita tidak dapat menahan mereka untuk tidak berselingkuh karena perilaku tersebut merupakan cerminan sikap-sikap dalam diri mereka. Mereka berselingkuh karena mereka ingin, dan itulah mereka. Jangan menutup diri, menangislah! ceritakan kepada orang yang anda percaya, berliburlah, lakukan tamasya, tertawalah, tangisan kalian terlalu berharga untuk diberikan kepada pelaku perselingkuhan.

Percayalah, mental dan jiwa kalian akan terasah lebih kuat dari sebelumnya. Cepat atau lambat, akan ada orang-orang baru yang datang dan memiliki kebaikan sifat seperti anda dan membahagiakan  di kemudian hari. Jadi mari berterima kasih kepada mereka yang telah berselingkuh karena telah menghebatkan diri kita dan menjadi batu loncatan kita mendapatkan pasangan yang lebih baik. Terima kasih kamu, terima kasih kalian  :)

[Oke, rasanya saya harus mengedit bagian ini agar orang-orang yang mengenal saya secara personal tidak berburuk sangka. Tulisan ini dibuat dengan tanpa niatan mengarahkan kepada pasangan saya sekarang. Dia memiliki kualitas-kualitas kepribadian yang sangat baik sampai saat ini. Tulisan ini adalah buah bacaan dan hasil pendengaran saya akan cerita orang lain, bukan curahan hati pribadi akan pasangan saya (atau mungkin pasangan-pasangan sebelumnya? nahloh? )]

Selamat beraktifitas semuanya !