Minggu, 12 Maret 2017

Aku bisa apa jika sedang cemburu ?



Selamat pagi
Adakah disini yang sedang mengawali hari dengan rasa cemburu ? 
Adakah disini yang mengakhiri malam dengan melesakkan sebagian  cemburu ke dalam hati agar tidak terlalu mencolok ? 



Apa hati kalian mengatakan "iya" ketika membaca pertanyaan diatas ? 
Oke berarti anda dan saya merupakan manusia normal yang hatinya masih berfungsi dengan baik. Bersyukurlah !


Lantas, apa yang biasa kalian lakukan ketika cemburu ? Marah besar? Memberikan sindiran-sindiran? Melabrak orang yang kita cemburui dengan kata-kata kasar? Atau melakukan aksi bungkam karena memilih menahan ? 


Mana dari kegiatan-kegiatan diatas yang lebih baik ? Hmm rasanya tidak ada satupun yang berfaidah. Ya, tidak ada keuntungan nya melakukan hal-hal diatas kecuali untuk memuaskan rasa cemburu yang berbuah amarah pada diri kita.


Bagaimana rasanya, jika rasa cemburu itu datang kepada orang-orang yang tidak patut kita cemburui? Pernah merasakan hal yang sama seperti saya ? Dimana rasa cemburu datang tiba-tiba dan bergumul dalam kesesakan yang meluap luap, namun hati kecil kita tahu bahwa kita tidak patut cemburu pada orang tersebut? Dimana akibatnya adalah kita tidak dapat melakukan hal apapun untuk mengekspresikan rasa cemburu karna itu tidak patut dimunculkan? 


Misal cemburu kepada rekan kerja pasangan, kepada tim satu organisasi, kepada kawan satu kos, atau bahkan kepada junior atau teman diskusi pasangan kita di kampus ? 


Tunggu, jangan dulu judge saya atau sebagian orang yang pernah merasa cemburu pada pihak-pihak diatas sebagai orang yang berlebihan. Karna yang saya ingin nyatakan adalah, rasa cemburu itu tidak saya ciptakan sendiri dengan kemampuan saya. Rasa itu hadir tiba-tiba dan memanah pihak-pihak yang tidak dapat kita tentukan. Benar begitu ? Lantas apa yang harus dilakukan? Menepis semua perasaan dan rasa sesak itu ? Atau mengkomunikasikan kepada pasangan ? Jika mengkomunikasikan adalah pilihan terbaik menurut anda, apakah itu tidak cukup mengganggu pasangan ? Apalagi jika kita memiliki pasangan yang sangat produktif dan aktif menjalin relasi dengan banyak orang. 


Lalu apa? Menahan kah ? Menganggap semua baik-baik saja karena memang tidak terjadi apa-apa seperti isu perselingkuhan dan lain-lain? 
Menangis kah ? Atau apa ? 
Karna kita tidak bisa memfilter hati kita ingin cemburu kepada siapa. Cemburu datang tiba-tiba walaupun orang tersebut mungkin tidak pernah memberikan stimulus apapun kepada pasangan kita. 
Hati saya yang terlalu rumit atau bagaimana?



Ah sudahlah, yang pasti memendam perasaan cemburu itu sangat tidak mengenakan. Lalu, bagaimana jika kita tidak dapat mengkomunikasikan hal tersebut karna merupakan sesuatu yang riskan terhadap kenyamanan pasangan dan hubungan ? 

Oke, saya pikir lebih baik mengungkapkan dalam tulisan ini.
Berharap ada pihak-pihak yang membaca lalu memberikan solusi.
Atau minimal, ada yang diam-diam mengaminkan doa saya agar rasa cemburu ini dapat segera hilang.

Tapi tunggu dulu,  rasanya saya merasa sedikit lega setelah bercerita dan membuat tulsian ini. Kalau begitu saya ingin berterima kasih.

Terima kasih pada semua, Terima kasih Tuhan untuk rasa yang menghebatkan dan mendewasakan. Terima kasih semesta. Terima kasih. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar