Senin, 30 Juli 2018

Kehilangan


Dalam hidup, beberapa kali saya telah mengalami kehilangan.
Dari berbagai pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa segalanya hanyalah titipan
Saya jadi menyadari ketika orang-orang yang berusia lebih tinggi diatas saya mengatakan "cintai sesuatu sekedarnya saja"
Sekarang saya mengerti kenapa

Kerana segalanya hanyalah sementara
Ya, segalanya. Kehidupan, harta benda, tahta, pasangan bahkan apapun
Segalanya sementara

Jangan gantung kebahagiaan kita pada sesuatu
Jangan gantung kebahagiaan kita pada harta
Pada pasangan
Pada tahta

Kebahagiaan abadi muncul dalam diri kita
Dan cinta terhadap Tuhan

Tapi sungguh, bagi saya kehilangan yang paling meyakitkan adalah kematian

Ditinggalkan oleh hal-hal yang kita cintai, seperti barang kesayangan yang rusak, pasangan yang pisah, jabatan idaman dan seluruhnya, sungguh tidak bisa mengalahkan sakitnya ditinggalkan karena kematian

Kematian memang benar-benar menutup
Benar-benar pergi
selama-lamanya

Ketika hal-hal yang engkau cintai hilang karena keadaan
Tenanglah, kau masih punya kesempatan

Minggu, 15 Juli 2018

Tuhan, aku ingin mengeluh



Perasaan yang cepat memuai dalam kedipan mata
Secepat itu ? ya !
Kuasa Tuhan memang ajaib

Aku ragu
Namun ku berusaha berbaik sangka
Kepada Tuhan

Tuhan ...
Aku ingin mengeluh
Tepatnya merutuki kuasa Mu
Tapi keyakinan ku begitu besar
Bahwa ini cara Mu membuat ku lebih bahagia
Bukan begitu, Tuhan ?

Baiklah aku tidak akan mengeluh
Atau merutuk
Tapi...
Apa bisa lebih cepat Engkau menjelaskan maksud dari sakit ku ini ?
Setidaknya aku tidak lelah memikirkan akan kemana diri ku kau bawa dalam rencana Mu

Apa ?
Menunggu ?
Kau memintaku menunggu ?

Manis ?
Kau janjikan aku rasa manis ?
Asalkan aku tetap berbaik sangka pada Mu?
Dan berserah ?

Hmmm baik
Akan aku coba
Tapi Tuhan, bagaimana jika aku rindu  ?

Ah, aku bingung
Baiklah, aku serahkan semua jalan ku kepada Mu

Iya, iya
Aku berusaha ikhlas

Jumat, 13 Juli 2018

Aku cemburu sayang


"Lalu bagaimana dengan aku ? " kataku masam
"Carilah kebahagiaan mu"
"Apa ? kau pikir semudah itu ?"
"Ya, cobalah saja dahulu"

Hatiku bergejolak. Bagaimana bisa ? apakah bisa ? apakah nanti aku bisa menemukan yang sama baik  nya ? bisa ? bagaimana caranya ?

Dan aku yakin Tuhan memayungi ku
Memayungi tangis ku
Aku tau Dia  mengamatiku

Apa Engkau dengar Tuhan ?
Mengapa kau beri aku kesakitan ?
Bagaimana bisa ?
Salahku dimana Tuhan ?

Kemudian  ku lihat Tuhan tersenyum
Ia mengusap air mata ku

"Aku cemburu sayang" bisik nya dalam sujud ku