Dewasa ini saya mempelajari bahwa
tidak ada hal yang benar-benar abadi. Kita semua tidak bisa menggantungkan label
dan ekspektasi begitu tinggi terutama terhadap hal-hal yang sifatnya dinamis
seperti perilaku dan sikap manusia. Kenapa? Kembali lagi karena memang tidak
ada yang abadi. Seseorang yang memiliki sikap baik, santun, lembut, berhati
malaikat bisa saja pernah atau sedang melakukan kejahatan atau hal menyakitkan
kepada seseorang yang tidak diketahui oleh orang lainnya. Begitupun mereka yang
memiliki label buruk, jahat, muka dua, tengil, kasar, mungkin juga melakukan
kebaikan-kebaikan yang memang tidak ingin mereka tunjukkan pada segelintir
orang.
Banyak dari kita yang melabeli seseorang lalu terluka dengan ekspektasi
sendiri. Mempercayai seseorang dengan begitu tinggi lalu tersakiti dengan
kenyataan yang terjadi. Iya, itulah
hidup, menurut saya satu-satunya yang dapat dipercaya dengan level tertinggi
adalah Tuhan. Hanya Tuhan. Itulah kiranya saya menghimbau dri sendiri dan
siapapun yang membaca tulisan ini untuk tidak menyandarkan diri atau
kebahagiaan hati dengan label dan ekspektasi pada orang lain. Iya, menjadi diri
sendiri, tulus tidak menjadi-jadi, terbuka tanpa takut dilabeli, dan ya,
menyandarkan kebahagiaan dan apapun itu pada diri sendiri.
Ohya satu lagi, setiap hal yang
dilakukan seseorang pasti memiliki dasar. Mari coba menangkap hal-hal positif
dan merubah persepsi negatif dari sikap seseorang meskipun jika terlihat tidak
ada positifnya sama sekali HAHA. Tarik napas.... lepaskan.....Tarik
napas....lepaskan.....
Ayo kuatkan diri menjadi pemaaf,
bukan hanya untuk orang lain namun juga untuk diri sendiri
Ayo jangan jadi pembenci
Rugi hati J