Jumat, 31 Januari 2020

Ekspektasi Tinggi



Dewasa ini saya mempelajari bahwa tidak ada hal yang benar-benar abadi. Kita semua tidak bisa menggantungkan label dan ekspektasi begitu tinggi terutama terhadap hal-hal yang sifatnya dinamis seperti perilaku dan sikap manusia. Kenapa? Kembali lagi karena memang tidak ada yang abadi. Seseorang yang memiliki sikap baik, santun, lembut, berhati malaikat bisa saja pernah atau sedang melakukan kejahatan atau hal menyakitkan kepada seseorang yang tidak diketahui oleh orang lainnya. Begitupun mereka yang memiliki label buruk, jahat, muka dua, tengil, kasar, mungkin juga melakukan kebaikan-kebaikan yang memang tidak ingin mereka tunjukkan pada segelintir orang.

Banyak dari kita yang melabeli  seseorang lalu terluka dengan ekspektasi sendiri. Mempercayai seseorang dengan begitu tinggi lalu tersakiti dengan kenyataan yang terjadi.  Iya, itulah hidup, menurut saya satu-satunya yang dapat dipercaya dengan level tertinggi adalah Tuhan. Hanya Tuhan. Itulah kiranya saya menghimbau dri sendiri dan siapapun yang membaca tulisan ini untuk tidak menyandarkan diri atau kebahagiaan hati dengan label dan ekspektasi pada orang lain. Iya, menjadi diri sendiri, tulus tidak menjadi-jadi, terbuka tanpa takut dilabeli, dan ya, menyandarkan kebahagiaan dan apapun itu pada diri sendiri.

Ohya satu lagi, setiap hal yang dilakukan seseorang pasti memiliki dasar. Mari coba menangkap hal-hal positif dan merubah persepsi negatif dari sikap seseorang meskipun jika terlihat tidak ada positifnya sama sekali HAHA. Tarik napas.... lepaskan.....Tarik napas....lepaskan.....

Ayo kuatkan diri menjadi pemaaf, bukan hanya untuk orang lain namun juga untuk diri sendiri

Ayo jangan jadi pembenci

Rugi hati J     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar