Setelah beberapa waktu ke belakang memutuskan detox media sosial
Selama kurang lebih dua sampai tiga bulan tidak akses media sosial (setelah sebelumnya me remove sekitar 200 an akun tidak dikenal. Huft pegel juga)
Kali ini, kembali membuka blog dan cek data statistik, oh masih ada yang mampir kesini :D
Puluhan sertifikat seminar, sertifikat kegiatan, dan beberapa sertifikat perlombaan pun terkumpul selama masa detox. Bahkan ada dua atau tiga buku yang rilis berisi karya terpilih yang telah dicetak. Satu masih di penerbit belum diambil dan satu masih dibungkus rapih kiriman penerbit (pura pura lupa dan nggak berani buka haha)
Banyak hal dan kesan yang didapat selama masa detox. Beberapa teman datang untuk bercerita dan berkeluh kesah masalah-masalah yang lumayan rumit. Ada yang bercerita masalah pekerjaan, percintaan, perjodohan atau masalah keluarga.
Kembali disadarkan bahwa setiap manusia mendapatkan porsi masalah berbeda. Ada yang bisa diselesaikan sendiri, dengan masukan teman maupun membutuhkan bantuan profesional. Iya, beberapa teman yang terlihat memiliki tekanan psikologis saya coba rujuk ke psikolog klinis baik online maupun offline.
Ide-ide juga muncul bersama orang-orang terdekat saat masa detox. Ide untuk pribadi dan untuk masyarakat. Masih ide, realisasinya entah kapan haha
Beberapa destinasi wisata di luar pulau jawa juga telah dikunjungi, menikmati alam, berbincang dengan masyarakat lokal, belanja produk lokal, menikmati kuliner lokal, dan lain sebagainya. Sampai kaki kram :D Ternyata berpergian dan menikmati perjalanan tanpa posting media sosial asik juga. Fresh!
Download puluhan jurnal sains tapi belum dibaca haduh. Order beberapa buku bacaan pun sepertinya belum terbaca semua. Masih ada beberapa list buku yang akan dibeli. Uhuk. Beli dulu ya insyaAllah kapan-kapan dibaca :D
Belajar membuat rilis berita kegiatan, menjadi humas ala ala, padahal selalu degdegan setiap ingin minta koreksi berita karena harus lewat Direktur Jenderal. Fiuhh
Intinya, ada banyak sekali hal hal baik dan postif yang terjadi dan dirasakan selama masa detox.
Walaupun sempat kaget ketika kembali akses instagram, eh banyak yang menikah dan sudah melahirkan ya ahaha alhamdulillah. Langsung kirim kirim kado online sepertinya ada ya 8 pcs dalam satu bulan :D
Dan ya, tiba-tiba teringat perkataan seorang teman, kita akan tetap terlihat buruk di mata orang yang tidak menyukai kita. Apapun yang kita lakukan.
Jadi tetap mencoba menebarkan hal baik dan positif minimal ke lingkungan sekitar. Mencoba memberikan manfaat walaupun porsinya tidak terlalu banyak. Dan yang pasti Kita tidak menjadi baik dengan menjelekan orang lain. Terkadang kita telah merasa menjadi pribadi yang baik sehingga mampu melihat banyaknya kesalahan-kesalahan yang dimiliki orang lain. Padahal kita pribadi pun tidak tahu, detil perbuatan apa saja yang telah orang lain lakukan. Bisa jadi orang yang kita anggap dan cap sebagai pendosa ulung, memiliki banyak sekali perbuatan baik yang lebih berat yang tidak kita ketahui.
Sekali lagi, kita tidak menjadi baik dengan menjelekan orang lain atau merasa lebih baik dari orang lain. Sahabat nabi saja pernah ditegur ya karena merasa lebih baik dan lebih banyak amalannya dari seorang pendosa yang ingin bertaubat. Hehe
Bimsalabim, semoga tulisan ini membawa angin segar nan positif untuk diri saya pribadi dan siapapun yang membaca dengan hati yang baik dan positif.
;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar