Bagaimana
bisa kau mencinta, bahkan untuk sekedar memahami pun kau mati rasa ?
Bagaimana bisa kau menyayang, bahkan untuk sekedar mengerti pun kau mati rasa ?
Bagaimana bisa kau merindu , bahkan untuk sekedar bersimpati pun kau mati rasa ?
Perilaku seseorang merupakan respon dari perilaku lain yang didapatkannya.
Bagaimana bisa seorang pecinta tangguh bisa mati rasa ?
Bagaimana bisa seorang perindu ulung bisa mati rasa ?
Bagaimana bisa seorang penyayang hebat bisa mati rasa ?
Jawaban itu ada padamu duhai dewa
Manusia yang selalu bersikap jumawa
Bagaimana bisa kau menyayang, bahkan untuk sekedar mengerti pun kau mati rasa ?
Bagaimana bisa kau merindu , bahkan untuk sekedar bersimpati pun kau mati rasa ?
Perilaku seseorang merupakan respon dari perilaku lain yang didapatkannya.
Bagaimana bisa seorang pecinta tangguh bisa mati rasa ?
Bagaimana bisa seorang perindu ulung bisa mati rasa ?
Bagaimana bisa seorang penyayang hebat bisa mati rasa ?
Jawaban itu ada padamu duhai dewa
Manusia yang selalu bersikap jumawa
Lugas dan
bebas bersikap dan bertutur kata
Mampu memutus kebagiaan dan ketentraman hati seorang yang mencintai nya
Dewi yang ia janjikan untuk selalu dibahagiakan
Dewi yang ia imingi untuk di sejahterakan
Dewi yang ia katakan untuk selalu di beri ketulusan
Mampu memutus kebagiaan dan ketentraman hati seorang yang mencintai nya
Dewi yang ia janjikan untuk selalu dibahagiakan
Dewi yang ia imingi untuk di sejahterakan
Dewi yang ia katakan untuk selalu di beri ketulusan
Namun hanya
terdapat dusta pada setiap yang ia katakan
Tangerang 8 juli 2015 19.09
Teruntuk seluruh dewa yang sedang bersikap semaunya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar