Sayup angin mengulum senyum di sepenggalan fajar
Membelai mesra helai rambut yang terbuai udara Menerbangkan asa
Alunan lagu nestapa terngiang ke seantero kota
Seakan beriring padu menyaksikan derai pilu sang buah delima
yang terbujur lemah, terisak meratapi sedih nya
Gemuruh tepuk tangan beringin , terdengar membahana
Gelak tawanya menyesakkan delima
Beringin berkata " pandainya kau sebunyikan luka, mahirnya kau berpura bahagia wahai delima !" "Tak apa wahai beringin tua,aku akan berusaha bahagia jika ternyata hadirku adalah kebahagian baginya "
"Sampai kapan kau akan bahagia dalam dusta mu ini delima ?"
Delima berjingkat agar bibirnya mendekati telinga beringin seraya berkata "entahlah"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar