Dalam senyap, dengung suara seseorang datang tanpa diminta
Dalam lelap, bayang sosok seseorang hadir tanpa mampu dielak
Dalam sesak yang merayap, tawa seseorang timbul menyeruak
Dalam doa, nama seseorang terlontar begitu seringnya
Rindu...
Adakah yang mampu menghalau nya ?
Adakah yang mampu meredakannya ?
Bahkan tanah pun tak kuasa menghapus rindunya pada air hujan yang menghujamnya
Bahkan ulat pun tak kuasa menghapus rindu pada kicau burung yang mematuknya
Bahkan putri pun tak kuasa menghapus rindu pada pangeran yang melukainya
Rindu menetap ,
Tidak pindah seiring hadirnya luka yang disayat
Tidak menguap seiring hadirnya tangis yang ditimbulkan
Tidak hinggap ke tempat lain meski godaan selalu tiba
Namun
Apa salah , hamba yang hina merindu pada tuan?
Apa tidak tempat hamba yang penuh peluh merindu pada tuan?
Apa nista , hamba yang berkelas rendah merindu pada tuan?
Sehingga tuan begitu angkuh mengabaikan rasa ini ?
Sehingga tuan begitu tega mencabik rasa ini ?
Sehingga tuan begitu puas menghadirkan luka ini?
Sekali lagi,
Apa salah hamba merindu pada tuan ?
Tangerang, 28 juni 2015 08.12
Tidak ada komentar:
Posting Komentar