Minggu, 06 September 2015

ANGGRAINI MENGAPA SENDIRI

Anggraini duduk seorang diri
Dahinya dilukis kata menanti
Ia diam sambil menusuk diri
Tak ada keluh walau sakit nya tak berperi

Anggraini kukuh tak mau pergi
Bersandar pada dinding yang bergerigi
Memandang jauh pada petani pembuat ragi
Tak tahu menunggu sampai kapan lagi

Anggraini tak sempat menangis
Walau ia diperlakukan bengis
Membalut luka pada pelipis
Sambil bertahan untuk tetap skeptis

Anggraini mengapa sendiri ?
Ia tersenyum mengulurkan sari
Anggraini mengapa sendiri ?
Tak ada jawab, hanya siluet bayangan yang jauh pergi


(Bandung, 25 Agustus 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar