Peri hutan di tawan pemburu
Berkaus hitam bermantel biru
Membawa senapan yang penuh peluru
Berjaga – jaga dengan nafas memburu
“ Aku hanya cemburu “
Tegas mengucap diri nya dalam pilu
Ternyata nyali nya sebesar kutu
Tak berani sampaikan, hanya bisa
melempar batu
Sang pemburu cemburu
Pada peri hutan yang ada di rumah kayu
Yang punya kekasih lebih dari satu
Pupuk rasa rindu menguap menjadi abu
(Bandung, 26 Agustus 2015)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar