Mata sarah memerah
Tangisnya menggema saat pecah
Wajahnya menyiratkan suatu amarah
Terlihat tak kuasa dan terlalu lemah
Sarah ingin mengadu
Pada tuan yang tak paham rindu
Tak sadar telah goreskan pilu
Membelah hatinya jadi seribu
Sarah geram
Pada tuan yang tabur lukanya dengan garam
Melukis mimpinya jadi kelam
Selalu menghilang disetiap malam
Sarah tak kuasa menitah
Percaya nya sudah terlanjur patah
Ia tak lagi mampu baca perintah
Karena tuan pergi ke negri antah berantah
Duhai sarah bergaun merah
Jangan lepas bahagiamu dengan gelisah
Mari kembali ke dalam rumah
Yang selalu bisikkan “Sarah jangan menyerah”
(Bandung, 25 Agustus 2015)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar