Saat ledakan amarah membuncah
Membabat habis segala baik dan ramah
Merajam singkat aliran darah
Menghantam seluruh suka dan ceria
Saat tubuh dililit lelah
Tarikan nafas terus melemah
Peluh kedukaan kian merekah
Melayukan semangat yang tinggal setengah
Akhirnya ku ingat lagi rumah
Sumber cita dan cinta tercurah
Tak pernah enggan ditumpahkan sejuta kisah
Mampu meredakan siksa tangis yang menyesak
Mampu melipur lara dan duka yang menggores
Hanya dengan sekali takbir, Rumahku terbuka
Hanya dalam curahan bisik, Rumahku mendengar
Hanya dari dentuman lutut pada lantainya, Rumahku melihat
Rumah ku yang penuh kasih
Hanya kepada Nya lah, tempatku memutih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar