Ia lah selembar kertas
Dari serat kayu jati yang mengeras
Tempat mencurah tanpa ada batas
Dari rasa senang sampai umpatan tak pantas
Disana ku semai rasa ku
Pada setiap kalimat berakhir nama mu
Berharap kau baca surat dari ku
Dan mau datang untuk menyatu
Ia lah sebuah kertas usang
Ku temukan di padang ilalang
Ku cari kemana kau, risau bukan kepalang
Membawa pesan , pada pria yang tak kunjung pulang
(Bandung, 26 Agustus 2015)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar