Minggu, 06 September 2015

DILEMA DELIMA



Sayup angin mengulum senyum di sepenggalan fajar
Membelai mesra helai rambut dengan cahaya terpendar
Menerbangkan asa yang tampak memudar

Alunan lagu nestapa terngiang ke seantero kota
Seakan beriring padu menyaksikan derai pilu sang buah delima
Yang terbujur lemah terisak meratapi sedih nya
Mencoba menghapus rasa dilema

Gemuruh tawa beringin terdengar membahana
Mengolok delima yang mahir sembunyikan luka
Berpura bahagia padahal dusta
Bersikap cinta padahal tak ada

(Bandung, 26 Agustus 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar