Sabtu, 29 Agustus 2015

ANGGREK BULAN








Anggrek bulanku sesak
Tertimpa remah – remah kaca dan tersedak
Ia tak jadi merekah
Wanginya lepas dan telah pecah

Anggrek bulanku tak ingin dipetik
Kupanggil pun tak ingin menoleh walau sedetik
“aku tidak mati”
“aku hanya tak punya harga lagi “

Lalu ia hanyut
Dan tak mau lagi menepi




(Bandung, 22 Agustus 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar