Deritan pintu kandang terdengar
Bulu putih kelinci terlihat gusar
Sekujur badan nya memar
Katanya karna telah berbuat onar
Tulang lehernya terjerat tali kekang
Setiap hembus ia mengejang
Ekor dan mata sudah biasa diterjang
Padahal tak sedikitpun ia membangkang
Kuatnya tak akan setara harimau
Liurnya cepat ciut bak asam limau
Batuknya sengau
Tertatih dengan suara parau
Pagi itu si kelinci melemah
Jantungnya dihujam anak panah
Tiba – tiba tercium bau nanah
Akhirnya bersatu ia dengan tanah
Bandung, 23 Agustus 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar