Alkisah ada semangkuk stoberi
Sedang ada rapat sambil bersilang kaki
Terlihat seperti sibuk semedi
Atau malah hanya sekedar parodi
Ketua stoberi sedang teramat gusar
Otaknya kecil mulutnya besar
Terlihat berkilau hanya dari luar
Malaikat di sisinya pun sudah terkapar
Disanjung namun jahatnya teramat
Seringkali mencibir si buah tomat
Pada siapapun tak pernah hormat
Pribadi santun ternyata penjilat
Demi kuasa, apapun ia lumat
Stoberi lupa ia tak punya akar
Mangkuknya tak akan pernah mekar
Bahagianya tak bisa besar
Baunya pun cepat hilang disebalik pilar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar