Sabtu, 29 Agustus 2015

HATI HASANAH TERLIPAT








Hasanah memandang bayangnya di cermin
Disusuri untai rambutnya sambil dipilin
Puji pujanya terdengar sampai ke negri kertin
Hingga air pongahnya menghujani ubin

Hasanah tak lihat hatinya terlipat
Kecil – kecil menjadi segi empat
Mungkin sering disemai kata umpat
Diperbaiki pun tak lagi dapat

Hasanah tak sadar putihnya menjauh
Dia buang bakti orang berjumlah sepuluh
Selaput lemahnya tak mampu luluh
Hobinya memang tak bisa hargai peluh

Hasanah sedih ia sendiri
Takut sekali dimasukkan peti
Pikirnya selalu tentang nanti
Ia lupa hatinya telah mati


Bandung, 23 Agustus 2015


Tidak ada komentar:

Posting Komentar